Kamis, 02 September 2010

Mentari

mentari pagi belum mau memunculkan dirinya
bersembunyi dibalik awan kelam
tak bersemangat dan tak ada kehangatan menyelimuti
manusia pun terlalu bodoh untuk menyambut datangnya mentari
berkutat dengan rasa kantuk yang mendera pagi
namun mentari, tetaplah mentari
selalu datang menyinari bumi
walau enggan, terkadang hanya bersembunyi
bersembunyi dibalik awan-awan kelam
namun apakah manusia bodoh bisa menjadi mentari??!
tetap setia walau kadang ia dibenci
karena terik terkadang membakar diri
tapi apakah manusia bodoh itu pernah sadar
apabila suatu saat mentari itu tak lagi menyinari bumi
hanya ada kegelapan yang menyelimuti
pengap, lembab dan hilangnya kehangatan bumi
mereka tak akan pernah sadar arti pentingnya sang mentari
mereka akan sadar setelah mentari itu pergi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar