Kamis, 25 Oktober 2012

imamku

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar...

Allah, hari ini aku bilang ya padanya. Tapi aku masih ingin menyayanginya ya Allah.
Kali ini berbeda Ya Allah, kali ini aku ingin mencintainya secara biasa-biasa tidak memujanya lagi seperti dulu. Tidak melibihi Cintaku padamu Allahku, Rosulku, Nabiku, Orangtuaku dan Keluargaku.
Aku ingin satu hal mencintainya secara biasa. Secara biasa bukan berarti tidak menyayanginya atau tidak mencintainya. Biasa berarti tidak lagi me-nomor satukannya. Tidak picik dan menganggap didunia hanya ada dia. Aku tak mau lagi mencintainya melibihi kecintaanku padamu Ya Allah.
aku ingin mencintainya dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintainya dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..
Aku berharap dialah yang menjadi imamku. Menuntunku dan menjagaku agar tidak jatuh terjerembab ke suatu lubang yang salah. Aku ingin menjadi wanita sholihah ya Allah. Yang "pantas" bagi imamku...

(didalam kamar aku mendengar suara alunan takbir yang terasa sangat indah dan menyejukkan hati...)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar